BeritaJawa Barat

Terdapat Klaster Covid-19 di Pemda Kabupaten Bandung, Pelayanan Publik Tetap Berjalan

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG – Di beberapa dinas Pemda Kabupaten Bandung, terdapat staf atau karyawannya yang terpapar Covid-19, namun pelayanan publik tetap berjalan.

Wakil Ketua Harian 2 Satgas Covid-19 Kabupaten Bandung, Marlan, mengungkapkan, memang hasil penelusuran beberapa perangkat daerah ada yang positif Covid-19.

“Jadi kani sudah menyampaikan kepada perangkat daerah yang ada, untuk stafnya atau pelaksananya yang mengalami positif Covid-19, agar melaksanakan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing,” kata Marlan, di Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (17/6/2021).

Marlan mengungkapkan, dengan pertimbangan Kabupaten Bandung masuk zona merah, hasil rapat koordinasi di satgas Covid-19, Kabupaten Bandung akan menerapkan WFH 75 persen karena ini sudah menjadi ketentuan.

“Pa Bupati Bandung juga telah menginstruksikan, untuk 7 hari ke depan, objek wisata ditutup, termasuk SOR Jalak Harupat dari tanggal 14-21 Juni 2021,” kata Marlan.

Marlan menyebut beberapa dinas terdapat stafnya atau karyawannya yang terpapar Covid-19 adalah di Dinas Tenaga Kerja, Inspektorat, Dinas Pariwisata dan Budaya, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Bandan Kepegawaiana Peningkatan Sumberdaya Manusia, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang.

Baca juga: Ribuan Warga Kabupaten/kota Bandung RayaI Ikuti Gelaran Vaksin Massal Covid-19 di Stadion GBLA

“Untuk pelayanan publik tetap berjalan, namun menggunakan protokol kesehatan yang ketat,” ucap dia.

Marlan kembali menegaskan, untuk pelayanan publik, tetap seperti biasanya hanya untuk rekan-rekan (pegawai) yang dinyatakan positif Covid-19 harus melaksanakan Isoman.

“Sebelum nantinya masuk kerja kembali akan dilakukan pemeriksaan antigen, untuk memastikan bahwa mereka benar-benar sudah negatif, sehingga kegiatan pelayanan masyarakat pun tidak terganggu,” ujarnya.

Selain itu, kata Marlan, di beberapa pelayanan sudah menggunakan barcode, sehingga sebetulnya bisa dilakukan secara online.

“Jadi tidak bersentuhan langsung, itu yang mungkin akan dilakukan, karena digitalisasi kita sudah berjalan dan ini kebijakan Bupati,” katanya.

Baca juga: Peserta LIDA 2021 Ada yang Positif Covid-19, Kompetisi Dihentikan Sementara, Begini Penjelasannya

Jadi, kata Marlan, walaupun beberapa dinas pelayanan, terdapat staf yang positif Covid-19, tapi pelayan tetap berjalan seperti biasa.

“Hanya mungkin ada pengetatan dari jumlah pengunjung, sesuai aturan prokes Covid-19,” ucapnya.

Source link

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
HUMAS BPD PHRI JABAR We would like to show you notifications for the latest news and updates.
Dismiss
Allow Notifications