BeritaJawa Barat

Kabupaten Bandung dan Bandung Barat Tidak Lagi Zona Merah, Kasus Covid-19 di Jabar Capai 353.629

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG – Di tengah lonjakan angka kasus Covid-19 di Jawa Barat, aplikasi Bersatu Lawan Covid-19 (BLC) serta Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat (Pikobar) merilis peta sebaran atau zonasi risiko penyebaran Covid-19 di Jawa Barat.

Peta zonasi risiko per 23 Juni 2021 tersebut menyatakan bahwa Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat yang pada pekan lalu masuk zona merah atau risiko tinggi penyebaran Covid-19, kini kembali berstatus zona oranye atau risiko sedang penyebaran Covid-19.

Selain Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat, sebanyak 24 kabupaten dan kota lainnya di Jawa Barat pun masuk zona oranye.

Baca juga: BOR Capai 84 Persen, RSUD Majalengka Bakal Tambah Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19

Sedangkan Kabupaten Sukabumi yang pekan lalu masuk zona oranye, kembali menjadi zona kuning atau risiko rendah penyebaran Covid-19.

Padahal jika dibandingkan dengan pertambahan kasusnya, kini Jabar tengah mengalami peningkatan signifikan.

Posisi Jabar selalu menempati peringkat pertama dan kedua di tingkat nasional, silih berganti dengan DKI Jakarta yang lebih sering memuncaki peringkat satu penyumbang kasus Covid-19.

Penambahan kasus baru Covid-19 di Jabar pada 23 Juni misalnya, mencapai 2.910 kasus, kemudian sebelumnya pada 22 Juni bertambah 3.432 kasus, pada 21 Juni 2.719 kasus baru, pada 20 Juni sebanyak 2.009 kasus, pada 19 Juni bertambah 2.104 kasus, pada 18 Juni bertambah 2.791 kasus, dan pada 17 Juni bertambah 2.800 kasus baru.

Sampai 23 Juni 2021, tercatat Jabar memiliki 34.413 kasus aktif atau pasien Covid-19 yang masih dirawat, terdapat 4.744 kasus kematian akibat Covid-19, dan angka kesembuhan mencapai 314.427.

Dengan demikian, totalnya menjadi 353.629 kasus Covid-19 di Jabar.

Baca juga: Inilah yang Dilakukan Kapten Persib Bandung ketika Penyebaran Covid-19 Makin Menggila

Ketua Harian Satgas Covid-19 Jawa Barat, Daud Achmad, mengatakan bahwa peta sebaran atau zonasi risiko tersebut adalah hasil kajian dari Satgas Penanganan Covid-19 di ringkat nasional melalui BLC.

Source link

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
HUMAS BPD PHRI JABAR We would like to show you notifications for the latest news and updates.
Dismiss
Allow Notifications