Foods

Duh! Festival Makan Daging Anjing di China Masih Berlanjut Sampai Sekarang

Jakarta

Meski pandemi Corona masih berlangsung di dunia, tapi festival makan daging anjing di kota Yulin tetap berlanjut. Ada ribuan ekori anjing yang disembelih untuk dimakan dagingnya.

Festival makan daging anjing sudah menjadi bagian tradisi tahunan di kota Yulin, China. Meski festival ini selalu dikecam hingga menuai kritik, terutama dalam situasi pandemi Corona yang masih melanda dunia, tapi masih ada orang-orang yang tetap melaksanakan festival ini.

Baca Juga:Pemerintah China Sebut Anjing Bukan Hewan Ternak Untuk Dimakan

Dilansir dari Mirror UK (24/06), dikabarkan ada ribuan ekor anjing yang akan disembelih, dibakar hingga direbus hidup-hidup selama festival ini berlangsung. Festival makan daging anjing berlangsung selama 10 hari, mirip seperti festival kuliner pada umumnya.

Pasar Yuli Masih Jual Daging AnjingPasar Yuli Masih Jual Daging Anjing Foto: Humane Society International/AFP

Meski organisasi pecinta hewan sudah berusaha keras untuk menyelamatkan anjing-anjing malang tersebut, tapi tingginya animo masyarakat membuat mereka kesulitan menghentikan festival ini.

Organisasi pecinta hewan berharap agar pemerintah kota Yulin atau pemerintah China segera turun tangan, dan menghentikan festival ini. Selain karena tingginya risiko penyebaran penyakit, mereka memperkirakan ada lebih dari 5.000 ekor anjing yang ditangkap dan diculik untuk dimakan dalam festival ini.

Dalam beberapa foto yang diambil, ada banyak penjual daging di sekitar Yulin yang menjual anak anjing, hingga potongan daging anjing yang siap dimakan.

Menanggapi hal ini pemerintah menjelaskan bahwa mereka telah melakukan pengecekan truk di jalan tol, untuk menghindari potensi dibawanya anjing-anjing tersebut. Namun organisasi pecinta hewan menyebutkan cara ini kurang efektif, karena nyatanya masih banyak truk yang berhasil lewat membawa ratusan anjing untuk dimakan.

Festival daging anjing YulinFestival daging anjing Yulin Foto: AP Images for HSI/

“Setelah semua yang dilalui China untuk menangani virus COVID-19, seharusnya pemerintah bergerak aktif dan serius untuk menghentikan perdagangan anjing ilegal. Sekaligus untuk mengurangi risiko kesehatan publik dari terserangnya berbagai penyakit,” ungkap Xiong Hu, salah satu aktivis sekaligus perwakilan dari organisasi pecinta hewan di Yulin.

Untuk saat ini sudah ada petisi dari organisasi pecinta hewan, yang meminta menteri kesehatan China menanggapi hal ini dengan serius.

Sementara menurut Dokter Peter Li, selaku dokter dan pengamat kesehatan. Ia menyarankan agar kota-kota lainnya di China mengikuti jejak Shenzhen dan Zhuhai, yang menjadi kota pertama di China yang melarang konsumsi hingga perdagangan daging anjing dan kucing.

“Tentu saja perdagangan daging anjing ini seperti bom waktu, yang akan menyebarkan penyakit dari hewan ke manusia. Lalu akan ada wabah lainnya,” pungkas Dokter Peter mengingatkan.

Baca Juga: Festival Daging Anjing Yulin di China, di Indonesia Juga Ada Olahan Anjing

Simak Video “Berani Jajal Kue Cacing Ini?
[Gambas:Video 20detik]
(sob/odi)


Source link

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
HUMAS BPD PHRI JABAR We would like to show you notifications for the latest news and updates.
Dismiss
Allow Notifications