BeritaJawa Barat

Kecamatan Cibiru Sediakan Tempat Isoman Bagi Keluarga Pasien yang Positif di Kelurahan Pasir Biru

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG – Kasus positif Covid-19 di Kota Bandung semakin mengkhawatirkan dengan ditetapkannya Kota Bandung sebagai wilayah dengan zona merah atau beresiko tinggi penyebaran Covid-19.

Pemerintah Kota Bandung terus berupaya meminta kewilayahan agar menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro dan menyediakan ruang-ruang isolasi mandiri bagi pasien positif atau keluarga pasien yang positif.

Hal itu pula yang membuat aparat Kecamatan Ciburu bergerak cepat menindaklanjuti arahan Pemkot Bandung untuk menyediakan tempat-tempat isolasi mandiri.

Camat Cibiru, Didin Dirkayuana, mengatakan, wilayahnya memiliki 32 tempat isolasi mandiri yang rata-rata merupakan kantor, mulai dari gedung RW hingga rumah dinas camat digunakan ruang isolasi.

“32 tempat isolasi ada di tiga kelurahan dari empat kelurahan yang ada di Cibiru. Satu kelurahan yang tak ada tempat isolasi itu karena tak ada tempat yang representatif,” ujarnya, di Kantor Kecamatan Cibiru, Jumat (25/6/2021).

Didin juga menyebut, mereka miliki ruang isolasi yang diperuntukkan bagi keluarga pasien positif di wilayah RT 2/4, Kelurahan Pasir Biru. Di sana terdapat 20 ruangan yang bisa digunakan sebagai tempat tinggal selama keluarganya masih berstatus positif.

Baca juga: Ada Info Bikin SIM Wajib Lampirkan Sertifikat Vaksin Covid-19, Polres Majalengka Sebut Hoaks

“Alhamdulillah di Pasir Biru itu ada 20 ruangan dan sudah ada fasilitas seperti kasur, kompor, hingga dispenser yang diperuntukan bagi keluarga pasien positif, sementara pasien yang positif tetap isolasi di rumahnya jika memang tak bergejala,” katanya.

Ketua RW 04, Kelurahan Pasir Biru, Asep Zaenudin menambahkan bahwa tempat tinggal di Pasir Biru itu merupakan kos-kosan yang baru saja selesai dibangun.

Awalnya, katanya, warga setempat sempat menolak kos-kosan itu digunakan sebagai tempat tinggal keluarga pasien positif lantaran mereka berpikir tempat itu menjadi tempat isoman yang positif.

“Warga sekitar tadinya sempat menolak. Tapi, setelah diberikan pemahaman mereka akhirnya paham dan setuju,” ujarnya.

Ketua LPM Pasir Biru, Asep Wawan mengaku dia bersama aparat kewilayah bersama-sama mencari bantuan ke perusahaan-perusahaan untuk memberikan bantuan CSR.

Baca juga: Tak Semua Pasien Covid Harus ke Rumah Sakit untuk Dapat Penanganan, Mengapa? Ini Penjelasan Satgas

“Alhamdulillah banyak fasilitas seperti kasur, kompor, selimut, dispenser hingga fasilitas lainnya dapat dari bantuan CSR,” ujarnya.

Bagi warga Cibiru yang memang keluarganya positif dan mereka hendak pisah dari keluarga yang positif bingung mencari tempat tinggal, kata Asep Wawan, bisa tinggal di sana dengan syarat membawa KTP (berdomisili Cibiru) dan surat keterangan negatif Covid-19. (*)

Source link

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
HUMAS BPD PHRI JABAR We would like to show you notifications for the latest news and updates.
Dismiss
Allow Notifications