BeritaJawa Barat

Nakes Terbatas tapi Pasien Banyak, KBB Kurang Nakes untuk Pantau Pasien Covid yang Isolasi Mandiri

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT – Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bandung Barat (KBB) mencatat hingga saat ini masih banyak pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri, tetapi tenaga medis yang melakukan pemantauan dinilai masih kurang.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 KBB, Agus Ganjar Hidayat, mengatakan, banyaknya pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri itu membuat petugas medis sedikit keteteran untuk melakukan pemantauan.

“Kita harus paham keterbatasan tenaga medis sekarang, sementara pasien banyak,” ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (25/6/2021).

Hingga Rabu (23/6/2021), tercatat ada 1.029 warga KBB yang menjalani isolasi mandiri, dari total 1.049 kasus aktif Covid-19 dan 20 orang dirawat di rumah sakit.

Sementara untuk total keseluruhan, kasus Covid-19 di Bandung Barat sudah menyerang ke 9.612 orang. Sebanyak 8.437 orang di antaranya sudah dinyatakan sembuh dan 126 orang meninggal dunia.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan KBB, tenaga kesehatan di KBB berjumlah 1.618 orang yang tersebar di 8 rumah sakit, 32 puskesmas, dan 54 klinik swasta.

Meskipun kekurangan tenaga medis, Agus mengatakan, bahwa penanganan pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri sudah dilakukan sesuai prosedur.

Baca juga: Kembali Zona Merah, Sesuai Perwal, Kota Bandung Penutupan Jalan, Tempat Wisata, dan Hiburan Ditutup

“Pemantauan pasien yang terkonfirmasi aktif terpapar virus corona dilakukan oleh tenaga medis dari Puskesmas terdekat. Baik secara langsung maupun via telepon,” kata Agus.

Ia mengatakan, pasien positif Covid-19 yang sedang melakukan isolasi mandiri ini terus dipantau oleh petugas medis Puskesmas terdekat.

“Ditanyakan kondisinya seperti apa, apakah obatnya udah diminum, ada gejalanya dan sebagainya. Itu selalu dipantau, prosedur,” ucapnya.

Sementara untuk kebutuhan sembako pasien yang sedang menjalani isolasi mandiri, kata Agus, sejak setahun yang lalu sudah dialokasikan oleh masing-masing Pemerintah Desa.

“Selain itu, ada juga bantuan dari warga sekitar,” ujar Agus.

Baca juga: Ratusan Nakes di Majalengka Terpapar Covid-19, Terbanyak Nakes yang Bekerja di Puskesmas

Source link

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
HUMAS BPD PHRI JABAR We would like to show you notifications for the latest news and updates.
Dismiss
Allow Notifications