BeritaJawa Barat

Satu Desa di Pangandaran Ini Berstatus Zona Merah tapi Belum Terapkan PPKM Mikro, Ini Alasannya

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANANDARAN – Di Desa Pamotan di Kabupaten Pangandaran, Jawa barat belum bisa memberlakukan PPKM Mikro.

Padahal, minggu-minggu ini sudah sebanyak 22 warga di Desa tersebut terpapar Covid-19 dan 2 orang meninggal dunia.

Kepala Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, Andi Suwandi mengatakan, meskipun sudah zona merah pihaknya belum bisa memberlakukan PPKM.

Warga yang terpapar Covid-19 dan meninggal dunia hingga Minggu (27/6/2021) sudah dua orang.

Saat ini, warga yang positif Covid-19 berjumlah 22 orang. 20 orang menjalani isolasi mandiri serta 2 orang isolasi khusus di RSUD Pandega Pangandaran.

“Untuk status di Desa kita sih sudah zona merah, tapi kalau melihat dari surat edaran Bupati Pangandaran yang baru itu masih berada di zona kuning,” ujar Andi saat ditemui Tribunjabar.id di samping kantor Desanya, Rabu (30/6/2021).

“Dan belum bisa memberlakukan PPKM mikro, karena dari data (yang positif Covid-19) per RT itu yang positif ada yang 2 rumah dan 3 rumah.”

Baca juga: Apa Itu PPKM Darurat? Disebut akan Diumumkan Hari Ini, Pengetatan untuk Menanggulangi Kasus Covid-19

Hanya, lanjut Ia, pihaknya lebih memperketat pengawasan, penjagaan terhadap warga yang terpapar dan melakukan isolasi mandiri .

“Supaya mereka tidak sampai berkeliaran, dan kontak dengan warga yang lainnya,” ucap Andi.

“Sekarang ini juga, kita Satgas Covid-19 Desa bersama tim dari kesehatan akan mengecek warga yang melakukan isolasi mandiri dan melakukan penyemprotan disinfektan.” *

Baca juga: 11 Daerah di Jabar Zona Merah, Ridwan Kamil: Serempak Akan Diberlakukan PPKM Mikro Darurat

Source link

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
HUMAS BPD PHRI JABAR We would like to show you notifications for the latest news and updates.
Dismiss
Allow Notifications