BeritaJawa Barat

Puncak Lonjakan Covid-19 Belum Terlihat, Lockdown Jadi Pencegahan Paling Bagus

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG – EPDEMIOLOG Universitas Padjadjaran (Unpad), Irfan Afriandi, mengatakan puncak lonjakan kasus Covid di Indonesia, termasuk di Kota Bandung, sejatinya belum terlihat.

Ini pula sebabnya perlu adanya kebijakan superketat oleh pemerintah guna menekan angka kasus positif.

Irfan mengatakan lonjakan Covid-19 ini diprediksi terus alami peningkatan signifikan hingga beberapa waktu ke depan.

Terlebih hari-hari ini sudah adanya varian baru, yakni Covid-19 varian Delta yang memiliki daya tular tiga hingga sepuluh kali lipat varian sebelumnya.

Kondisi ini, menurut Irfan, terjadi karena sistem pertahanan di pintu masuk wilayah indonesia kurang begitu baik.

“Jika sistem pertahanan di pintu masuk wilayah Indonesia baik, maka varian baru itu tak bisa masuk. Jadi, ini ada kelemahan di wilayah pintu masuk Indonesia yang menyebabkan varian baru itu menyebar semakin banyak,” katanya, Kamis (1/7/2021) melalui virtual.

Baca juga: Selenggarakan Resepsi Pernikahan selama PPKM Darurat? Ini Aturannya, Maksimal Dihadiri 30 Orang

Irfan mengatakan, pencegahan yang paling bagus adalah dengan melakukan lockdown. Hanya dengan lockdown interaksi antarmasyarakat akan dapat diminimalisasi.

Pola penyebaran korona hari-hari ini, menurut Irfan, jauh lebih dahsyat dari Januari lalu.

“Jika dua pekan lockdown bisa dilakukan maka diharapkan mereka yang terkonfirmasi bisa sembuh dan yang fatal disertai komorbid dapat tertangani. Manfaat off juga bakal terlihat sebulan akan datang dengan terjadi pelandaian,” ujarnya.

Memang, kata Irfan, pemberlakuan lockdown ini pun tidak serta merta akan membuat kasus menjadi turun.

Baca juga: Jenazah Pasien Covid-19 Menumpuk di RSUD Bekasi, Sehari Ada 73 Orang Meninggal Karena Covid-19

Namun, hampir bisa dipastikan, kasusnya akan lebih cepat melandai.

Irfan berharap masyarakat bisa menjalankan PPKM Darurat yang diputuskan pemerintah ini dengan disiplin.

Sebab, sering terjadi kebijakan bagus tapi implementasi di lapangan repot sehingga hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan.
(cipta permana)

Source link

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
HUMAS BPD PHRI JABAR We would like to show you notifications for the latest news and updates.
Dismiss
Allow Notifications