Jawa Barat

Majikan Tak Sanggup Bayar Gaji, TKI asal Indramayu 12 Tahun Tertahan di Arab Saudi

BANDUNG, iNews.id – Sungguh miris nasib Yati Kusniyawati (34). Pekerja migran atau tenaga kerja Indonsia (TKI) asal Desa Bulak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat itu selama 12 tahun berada di Arab Saudi dan tak bisa pulang karena gajinya selama bekerja tidak dibayar oleh majikan.

Yati berangkat ke Arab Saudi dengan niat memperbaiki nasib. Pada 2009 atau 12 tahun silam, dia terbang ke negeri unta melalui perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI), PT Pratama Lahji Mandiri. Di Arab Saudi, Yati bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu Juwarih mengatakan, kisah tentang nasib Yati Kusniyawati viral di media sosial. “Kisah Yati Kusniyawati viral di media sosial. Keluarga sudah membuat pengaduan kepada kami,” kata Juwarih, Rabu (28/7/2021). 

Juwarih menyatakan, di Arab Saudi, Yati diimingi-imingi gaji sebesar 800 riyal per bulan oleh majikan. Namun, majikannya tak tak sanggup membayar gaji yang sudah disepakati itu. Mereka hanya sanggup membayar gaji pada 1 tahun pertama. 

Sisanya, selama 11 tahun, gaji Yati Kusniyawati belum dibayarkan. Sang majikan tak mampu membayar karena hanya berprofesi guru. “Jika dijumlah secara keseluruhan dalam bentuk rupiah, gaji Yati Kusniyawati yang belum dibayarkan selama 11 tahun sebesar Rp400 juta lebih,” ujar Juwarih.

Sementara itu, Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) telah menemui Keluarga Yati Kusniyawati (34) di Desa Bulak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu. Saat ini, Yati masih tinggal bersama majikannya. Petugas BP2MI telah berkomunikasi dengan kakak kandung Yati. 

Editor : Agus Warsudi

Source link

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
HUMAS BPD PHRI JABAR We would like to show you notifications for the latest news and updates.
Dismiss
Allow Notifications