BeritaJawa Barat

Terdampak PPKM, Produksi Bola Sepak di Majalengka Tak Lagi Beroperasi, Langganan Dipakai Piala Dunia

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA – Dampak negatif dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) turut dirasakan oleh perusahaan produksi bola di Kabupaten Majalengka, PT Sinjaraga Santika Sport atau yang sering disebut Triple S.

Perusahaan yang dinahkodai oleh Iwan Suryanto sebagai Direktur itu sejak sebulan terakhir tak lagi memproduksi si kulit bundar.

Iwan mengaku, pihaknya juga merasakan dampak yang begitu signifikan.

Tak ingin lebih merugi, ia pun mengambil keputusan untuk sementara tak lagi memproduksi bola yang bisa tembus hingga piala dunia itu.

“Kami juga terdampak dengan pemberlakuan PPKM Darurat ini, sejatinya tidak mempedulikan sudah sejak virus Corona melanda negeri ini. Tapi kebijakan PPKM dirasa makin sulit,” ujar Iwan kepada Tribun, Selasa (3/8/2021).

Ia mengatakan, sebelum pandemi Covid-19 atau saat puncak kejayaan lalu, pihaknya memiliki karyawan 250 yang setiap harinya bekerja di pabrik yang berada di Desa Liangjulang, Kecamatan Kadipaten ini.

Tak hanya itu, sebagai pembantu memproduksi bola yang pesanannya mencapai ribuan, pihaknya juga memiliki 3.000 perajin.

“Saat ini saya memiliki 3.000 perajin yang memberdayakan masyarakat sekitar untuk bekerja di rumah masing-masing. Selain itu, karyawan saat itu 250 orang. Saat ini hanya 100-an yang masih terdaftar sebagai karyawan saya,” ucapnya.

Baca juga: PPKM Darurat, Kecamatan Majalengka Jadi Daerah Kasus Pasien Aktif Covid-19 Tertinggi di Majalengka

Ke depan, pihaknya masih ingin kembali merasakan kejayaan pada masa lalu.

Source link

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
HUMAS BPD PHRI JABAR We would like to show you notifications for the latest news and updates.
Dismiss
Allow Notifications