Travel

Obyek Wisata Belum Buka, Sleman Kejar Vaksinasi Pelaku Usaha

Sleman

Destinasi wisata di Sleman masih tutup seiring dengan diperpanjangnya kebijakan PPKM Level 3. Dispar Sleman masih mengejar capaian vaksinasi pelaku wisata.

“Wisata masih tutup ya. Kalau saya yang prinsip gencar vaksin dulu. Tanggal 15 nanti kami di Embung Kali Aji vaksin untuk 1.200 pelaku wisata. Nanti kita menyapu bersih yang desa-desa wisata,” kata Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Suparmono saat dihubungi wartawan, Kamis (9/9/2021).

Secara persentase, pria yang akrab disapa Pram itu mengatakan sudah di angka 80 persen. Menurut Pram, sebagian besar pelaku wisata juga telah menerima vaksin dari penyelenggara atau fasilitas kesehatan lain.

“Kalau angka kita yang vaksin pertama itu sudah di atas 80 persen,” ungkapnya.

“Kemarin saya vaksin di Gamplong itu pelaku wisata hanya sekitar 600-an, sisanya kita gunakan untuk masyarakat sekitar. Tapi tidak sekadar destinasinya tapi masyarakat sekitar destinasi juga kita ikutkan vaksin biar lebih aman,” sambungnya.

Sejauh ini, Dispar telah melakukan vaksinasi di destinasi wisata meliputi 15 destinasi.

“Sekitar 15. Di antaranya Tebing Breksi, Teras Merapi, Obelix Hills, SKE, Gamplong, Jogja Bay, beberapa di Cangkringan itu The Lost World Castle dan sebagainya,” sebutnya.

Soal kesiapan destinasi wisata, Pram menyenbut jika destinasi wisata di Sleman siap buka. Terutama untuk destinasi yang telah menerapkan CHSE.

Pihaknya juga menyipakan SDM pariwisata agar bisa menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Walaupun masih ada beberapa kendala, terutama sinyal.

“Kalau saya begitu PeduliLindungi jalan Insyaallah temen-temen Sleman sudah siap,” tegasnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri Kominfo Bidang Komunikasi & Media Massa, Devie Rahmawati mengatakan sampai saat ini PeduliLindungi telah duunduh sebanyak 39,8 juta pengguna. Aplikasi ini digunakan sebagai fitur skrining di fasilitas publik. Termasuk di destinasi wisata.

“Sampai 8 September 2021, fitur ini telah digunakan sebagai akses masuk dan keluar di 4.637 titik lokasi di antaranya di 100 stasiun, 254 gedung, 1.349 lokasi perkantoran dan industri, ada 256 hotel, pusat perbelanjaan, 960 restoran dan sebagainya,” kata Devie dalam dialog daring Komite Penanganan COVID -19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Rabu (8/9/2021).

Ia menjelaskan, seiring dengan adanya pembukaan terbatas pada beberapa sektor, layanan PeduliLindungi akan diperluas lagi.

“Titik layanan itu akan diperluas seiring dengan pembukaan seccara bertahap untuk 6 sektor prioritas, pertama perdagangan, pariwisata, transportasi, pendidikan, keagamaan, dan perkantoran pabrik,” jelasnya.

Ia mengklaim, secara umum masyarakat merespon baik dengan kehadiran aplikasi PeduliLindungi. Menurutnya, kehadiran aplikasi ini bukan untuk membuat repot masyarakat. Justru sebaliknya, yakni bisa membantu masyarakat dalam memantau kondisi Covid di daerah yang dikunjungi.

“Tentu tidak (membuat susah masyarakat). Ini tujuannya untuk memastikan dan warga itu punya semacam pelindung diri karena melalui aplikasi ini pengguna bisa mudah mengetahui kira-kira tempat yang didatangi aman, atau lokasi yang didatangi dalam zona apa,” pungkasnya.

Simak Video “PPKM Darurat, 229 Kendaraan Diputar Balik Keluar Yogya
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/bnl)





Source link

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
HUMAS BPD PHRI JABAR We would like to show you notifications for the latest news and updates.
Dismiss
Allow Notifications