Travel

Taman Pintar Yogyakarta Sudah Siap Ujicoba, Nih!

Yogyakarta

Pemkot Yogyakarta menyambut positif dengan masuknya Taman Pintar sebagai destinasi yang masuk ujicoba untuk operasional. Mereka pun menyatakan sudah siap.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi menjelaskan, pemkot sebenarnya sudah mengusulkan museum untuk masuk ujicoba. Tapi, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memilih Taman Pintar yang akan diujicoba.

“Pemkot sebenarnya sudah menyiapkan Taman Pintar sebagai salah satu percontohan destinasi wisata untuk adaptasi baru. Jadi, ketika ditunjuk sebagai destinasi Taman Pintar yang paling siap,” kata Heroe, melalui keterangan tertulis, Rabu (8/9/2021).

Heroe mengungkapkan, bagaimana pihaknya mempersiapkan wahana edukasi dan rekreasi milik Pemkot Yogyakarta itu menyambut pembukaan destinasi wisata.

“Kita sudah mempersiapkan semua hal untuk memenuhi protokol kesehatan. Seperti pemesanan tiket lewat online, gardu masuk dengan tab atau gesek PeduliLindungi dan sejumlah wahana yang banyak sentuhan kita batasi atau tutup dahulu,” katanya.

Meski menyambut positif, lanjut Heroe, Pemkot tetap berhati-hati. Mereka akan membatasi pengunjung setiap wahana. Kemudian, akan menyesuaikan wahana mana saja yang boleh atau memungkinkan dan yang tidak.

“Taman Pintar sebenarnya sudah sejak lama banyak orang menanyakan kapan dibukanya. Dan karena masih PPKM Level 4 maka masih dijawab dengan belum buka,” jelasnya.

Ia menjelaskan, selama ini Taman Pintar menawarkan tour secara virtual yg berbayar. Meskipun tidak sebanyak jika tour langsung, peminat tour secara virtual tetap ada.

“Dengan ditunjuk sebagai salah satu destinasi wisata, maka persiapan yang sudah sejak lama kita lakukan, ya kini tinggal mengkonsolidasikan agar betul-betul siap dan memenuhi prokes COVID-19,” tuturnya.

Mengenai pengunjung anak-anak di bawah 12 tahun, kata Heroe, selama ini ada tapi prosentase hanya 10 persen. Mayoritas pengunjung Taman Pintar adalah rombongan usia 14 tahun sampai 16 tahun atau usia SMP sebanyak 65 persen.

“Pengunjung keluar sekitar 35 persen. Jadi, prinsip kalau nanti dibatasi anak usia 12 tahun ke atas, tentu kita akan mematuhi. Substansi ujicoba ini sebenarnya percontohan bagaimana destinasi wisata aman dikunjungi,” kata Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Kota Yogyakarta ini.

Untuk operasional atau pembukaan ujicoba, menurut Heroe, Tampin masih menunggu SK dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Saat ini, pihaknya tengah menunggu SK tersebut dan petunjuk teknis untuk penyesuaian di lapangan.

Simak Video “Gadis Remaja Bertemu Ibu Kandung Usai Terpisah 15 Tahun
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/bnl)





Source link

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
HUMAS BPD PHRI JABAR We would like to show you notifications for the latest news and updates.
Dismiss
Allow Notifications