Travel

Yang Perlu Diketahui dan Cara Menghindari Pedagang Getok Harga di Puncak

Bogor

Praktik pedagang menggetok harga juga terjadi di kawasan Puncak, Bogor. Ada beberapa kiat atau cara biar traveler tak mudah dibohongi.

Beberapa traveler yang datang ke Puncak kami wawancarai di akhir pekan lalu. Mereka merasa prihatin jika ada traveler yang harus berhadapan dengan pedagang nakal.

“Pedagang di sini tuh bisa bedain mana tamu yang bisa digetok harga dan mana yang nggak,” kata Midah, Irma, dan Rizal bersahutan. Mereka berasal dari pinggiran Jakarta.

“Jadi mau refreshing, tapi malah kena getok harga kan kita kasihan,” kata mereka.

Berikut beberapa hal yang perlu traveler ketahui dan cara menghindari pedagang menggetok harga di Puncak:

1. Pedagang tak akan segan memberi harga tinggi pada traveler yang berpakaian bagus dan rapi juga terlalu mencolok
2. Pedagang juga akan memberi harga tinggi pada traveler yang menaiki kendaraan atau mobil bagus
3. Pedagang akan memberi harga tinggi bagi traveler tak bisa Bahasa Sunda.

Tips menghindari pedagang menggetok harga:

1. Usahakanlah untuk menanyakan harga di awal sebelum memesan
2. Pakaian dan penampilan yang sederhana akan memberi kesan pedagang untuk segan pada turis
3. Menilik poin nomor satu, usahakan untuk mendapatkan warung yang menu beserta harganya yang dicantumkan
4. Keterampilan berbahasa Sunda akan menjadi poin tersendiri dan menambah kedekatan emosional pada para pedagang lokal.

Di tempat berbeda, Dian Danendra berangkat dari Jakarta pada pukul 07.00. Sampai Simpang Gadog sekitar pukul 10.00, ia adalah fotografer yang ingin menjadikan destinasi-destinasi di Bogor sebagai latar atau objek fotonya.

“Saat ini, kami lagi mau ke kebun teh. Karena saat ini yang lagi kita butuhin itu tempat-tempat alami. Paling kebun teh sama sekitar Puncak kayak gunung lumayan bagus,” kata dia.

Lalu, ada Piyo dan Ripa yang berasal dari Tangerang. Ia sudah berangkat ke Puncak dari pukul 05.30. Ia ingin ke Puncak untuk melepas lelah pikiran.

“Jadi mau reftreshing aja sih niatnya. Tadi sih mau ke Warpat tapi tutup jadi ya sudah kita ke bawah (warung), beli kopi susu,” ujar dia.

Simak Video “Macet di Jalur Puncak Masih Terjadi Meski Ada Ganjil Genap
[Gambas:Video 20detik]
(msl/fem)





Source link

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
HUMAS BPD PHRI JABAR We would like to show you notifications for the latest news and updates.
Dismiss
Allow Notifications