Travel

Mau ke Kawah Putih dan Glamping Lakeside? Unduh Dulu Aplikasi PeduliLindungi

Kabupaten Bandung

Sudah tidak sabar untuk pergi berlibur ke Kawah Putih dan Glamping Lakeside, jangan lupa unduh terlebih dahulu aplikasi Peduli Lindungi. Dengan aplikasi tersebut, wisatawan dianjurkan untuk memindai barcode atau QR Code sebagai langkah screening wisatawan yang masuk ke lokasi wisata.

Kawah Putih dan Glamping Lakeside merupakan dua dari 20 tempat wisata yang diujicoba untuk dibuka. Dua Wisata tersebut menjadi acuan percontohan bagi wisata lain yang kemungkinan dapat dibuka pada masa PPKM Level 3.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bandung Yosep Nugraha menuturkan, kedua tempat wisata tersebut telah dilengkapai dengan barcode atau QR code yang terkoneksi dengan aplikasi Peduli Lindungi.

“Dipersyaratkan kedua tempat wisata ini harus menggunakan QR code di Peduli Lindungi yang dikeluarkan oleh DPO Menkes,” ujar Yosep kepada detikcom, Sabtu (11/9/2021).

Yosep menuturkan, barcode atau QR code tersebut dimaksudkan bukan sebagai lokasi pembayaran tiket melainkan screening kepada masing-masing wisatawan. Nantinya, aplikasi Peduli Lindungi akan memberi tahu apa status dari pengunjung tersebut.

Saat ini, ada empat warna yang terprogram dalam aplikasi tersebut. Di antaranya warna kuning dan hijau adalah kategori yang diperbolehkan masuk lokasi wisata. Mereka yang berstatus warna hijau dan kuning terdata telah melakukan vaksinasi.

Kemudian ada warna merah dan hitam. Merah adalah mereka yang belum melakukan suntik vaksin dan hitam adalah mereka yang terkonfirmasi positif COVID-19.

“Manfaat QR code ini adalah modul screening untuk masing-masing individu, jadi bisa dipindai langsung oleh pengunjung dari QR code itu, kemudian pengunjung dapat segera tahu tentang identifikasi dirinya terkait COVID-19,” ucapnya.

Di pihak lain, pengelola Glamping Lakeside Rancabali Marcelinus menuturkan yang membedakan pembukaan wisata kali ini adalah penggunaan aplikasi Peduli Lindungi.

Dirinya berharap, agar pengunjung telah mengunduh aplikasi tersebut. Nantinya, petugas akan meminta pengunjung untuk memindai barcode dari tempat wisata.

“Nanti sistemnya kita kan barcode, yang masuk haru download aplikasi. Nanti ketahuan ada yang hijau, kuning, merah dan hitam,” ujar Marcelinus.

Kapasitas daripada tempat wisata dianjurkan sekitar 25 persen. Data pengunjung yang masuk via aplikasi akan langsung terinput ke pusat.

“Semua data yang masuk itu kan langusng ketahuan ke pusat, dan semua ada pelaporan per day atau per minggu. Kita pun menyiapkan dua pengawas internal untuk pelaporan,” ucapnya.

Dirinya pun berharap agar wisatawan tidak melakukan euforia berlebihan dan melanggar protokol kesehatan. Kemudian, ia pun mencoba agar tidak kecolongan dengan adanya pengunjung dengan status hitam.

“Sebetulnya jangan ambil resiko. Khawatir, masuk satu, apalagi positif, akan ada terus kaya gini (wisata ditutup), sebetulnya jangan euforia,” pungkasnya.

Simak Video “Vaksinasi di Bandung Dikebut, Wawalkot Harap Cepat Bentuk Herd Immunity
[Gambas:Video 20detik]
(sym/sym)





Source link

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
HUMAS BPD PHRI JABAR We would like to show you notifications for the latest news and updates.
Dismiss
Allow Notifications