Travel

Menuju Ibukota dengan KA Juara Bikin Ingat Mantan

Jakarta

Seperti bertemu mantan, kembali berkereta api jarak jauh pun terasa deg-degan. Sebagaimana malam itu, Rabu (25/8/2021), saat nyepur perdana pada masa PPKM dalam dua bulan terakhir ini. Ingin segera bersua rangkaian gerbong juara, KA Bengawan.

“Syarat perjalanannya sudah lengkap. Ada identitas diri dan kartu vaksin serta surat antigen bebas Covid-19. Suhu tubuh juga normal. Tapi, tiketnya malah belum ada, Pak,” ujar petugas pintu masuk peron Stasiun Purwosari Solo, sopan.

“Oh maaf Pak, agak grogi karena pertama nyepur lagi sejak PPKM awal Juni lalu,” jawabku bergegas menyodorkan tampilan boarding online KAI Acces di layar telepon genggam.

Gowes Seli ke Stasiun Pasar Senen dengan KA BengawanGowes Seli ke Stasiun Pasar Senen dengan KA Bengawan (Dwi Ari Setyadi for detikcom)

“Silakan naik, keretanya sudah tersedia,” ujarnya maklum, tak kuasa menahan senyum.

KA Bengawan, relasi Purwosari-Pasar Senen telah gagah berada di jalur tiga stasiun cagar budaya itu. Di jalur menuju ibukota, rangkaian sepur ini adalah juara, terutama dari sisi harga. Hanya Rp 74.000 untuk perjalanan hampir 10 jam.

Jadwalnya pun ideal. Berangkat malam, pukul 21.10, menjelang waktu istirahat setelah seharian berkegiatan.

Masuk ibukota, pukul 07.00. Cukup waktu untuk langsung datang pada awal office hour, seperti saat gowes seli menyambangi rumah-kantor di kawasan Situ Lembang, sesaat setelah kereta merapat di Stasiun Pasar Senen, Kamis (26/8) pagi.

Gerbong KA Bengawan yang berkapasitas 106 penumpang pun terasa nyaman. Pada masa pandemi, PT KAI hanya menjual 70% dari maksimal muatan. Tetap bisa selonjor, bahkan rebahan sepanjang perjalanan.

Gowes Seli ke Stasiun Pasar Senen dengan KA BengawanGowes Seli ke Stasiun Pasar Senen dengan KA Bengawan (Dwi Ari Setyadi for detikcom)

Oh ya, saya biasa memilih tempat duduk di gerbong paling buncit. Posisi terdekat dari pintu keluar, saat turun di Stasiun Pasar Senen atau Bekasi.

Kalaupun ada kekurangan, bangku kereta api ekonomi tidak bisa diputarbalikkan. Celakanya, gerbong kereta Public Service Obligation ini pun tidak selalu dalam posisi nomor tempat duduk no. 1 sd 12 berada di depan no. 13 hingga 24.

Jadi memilih tempat duduk di KA Bengawan itu ibarat tebak-tebak buah manggis. Tak pernah tahu bakal menduduki kursi di sisi kiri atau kanan, menghadap ke depan atau membelakangi arah perjalanan kereta.

Tapi percayalah, ketidakpastian itu menggairahkan. Seperti pilihan untuk move-on atau kembali ke pelukan mantan….

Simak Video “Tiket KA di Stasiun Senen untuk Masa Larangan Mudik Belum Dijual
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)





Source link

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
HUMAS BPD PHRI JABAR We would like to show you notifications for the latest news and updates.
Dismiss
Allow Notifications