Foods

Jab Mebo Masih Pertahankan Masak Bakmi Jawa Pakai Api Kayu Mahoni


Jakarta

Rindu dengan bakmi godog khas Yogyakarta? Di kawasan Tegal Parang, Jakarta Selatan ada Jap Mebo, warung bakmi godog yang asli Gunung Kidul.

Bakmi godog merupakan kuliner khas Yogyakarta. Berupa mie berkuah yang dimasak secara tradisional. Rasanya yang autentik membuat semua penikmatnya jadi kangen.

Kuliner khas Jawa tersebut juga populer hingga ke berbagai daerah lainnya, termasuk di Jakarta. Bahkan warung bakmi Jogja di Jakarta bisa ditemui di berbagai sudut kota. Salah satunya Bakmi Djokja Jab Mebo.

Baca Juga: Sluurp! Gurih Mlekoh, 5 Bakmi Jawa Enak di Jakarta

Berikut ini beberapa fakta Bakmi Djogja Jab Mebo dengan rasa autentik Yogyakarta yang punya banyak pelanggan.

1. Menggunakan Resep Dari Gunung Kidul

Jab Mebo Masih Pertahankan Masak Bakmi Jawa Pakai Api Kayu MahoniJab Mebo Masih Pertahankan Masak Bakmi Jawa Pakai Api Kayu Mahoni Foto: detikcom/Riska Fitria

Di kawasan Tegal Parang, Jakarta Selatan kamu akan menemukan warung bakmi Jogja. Warungnya bernama Bakmi Djogja Jap Mebo. Nama ‘jap mebo’ diambil dari bahasa Jawa, yakni ‘cah ndeso’.

Atau jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia artinya adalah ‘anak kampung’. Bakmi Jogja di sini di racik dengan resep asli dari Gunung Kidul, Yogyakarta.

“Resepnya turun temurun cita rasanya masih sama dari asal Gunung Kidul, Jogja. Kalau lihat resep bakmi kita lain di kuahnya,” ujar Laras.

Jika resep kuah bakmi biasanya menggunakan bawang merah, di Bakmi Jap Mebo justru menggunakan udang dan kemiri. Resep kuahnya itulah yang membedakan dari yang lain.

“Kuahnya itu pakai kaldu ayam kampung asli. Ayamnya dimasukin terus diambil kaldunya jadi kuah, diracik pakai telur,” ujar Laras.

2. Punya 3 Cabang

Jab Mebo Masih Pertahankan Masak Bakmi Jawa Pakai Api Kayu MahoniJab Mebo Masih Pertahankan Masak Bakmi Jawa Pakai Api Kayu Mahoni Foto: detikcom/Riska Fitria

Kepada detikcom (04/11/21) Laras (45), pemilik warung Bakmi Djogja Jap Mebo itu menyebutkan kalau warung ini adalah salah satu cabang dari pusatnya yang berada di Tebet.

“Pusatnya itu di Tebet itu udah 15 tahunan, kalau di Tegal Parang sini baru 4 tahun. Selain itu, juga ada cabangnya di Bintara dan Batang, Jawa Tengah,” ujar Laras.

Laras sendiri lahir di Jakarta, tetapi ia merupakan keturunan Jawa. Dari itulah ia mendapat inspirasi untuk berjualan bakmi Jogja. Apalagi Laras sendiri merupakan pecinta bakmi.

“Saya itu kan keturunan Jawa, dan saya juga suka bakmi jadi ya langsungkepikirin aja jualan bakmi. Terus jugaseneng aja melestarikan budaya Jawa lewatkulinernya,” tutur Laras.


Simak Video “Kelezatan Mie Lethek Khas Bantul Kini Bisa Dinikmati di Depok
[Gambas:Video 20detik]


Source link

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker