Travel

Mengintip Kupu-kupu Kawin di Bantimurung, Mumpung Lagi Musim!

Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung di Maros, Sulawesi Selatan sejak lama dikenal sebagai kerajaan kupu-kupu atau The Kingdom of Butterfly. Traveler bisa melakukan aktivitas pengamatan kupu-kupu di sini. (Moehammad Bakrie/detikTravel)



Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung di Maros, Sulawesi Selatan sejak lama dikenal sebagai kerajaan kupu-kupu atau The Kingdom of Butterfly. Traveler bisa melakukan aktivitas pengamatan kupu-kupu di sini. (Moehammad Bakrie/detikTravel)

Di kawasan Bantimurung terdapat sekitar 274 spesies kupu-kupu yang beberapa di antaranya merupakan kupu-kupu endemik dan 5 jenis di antaranya termasuk dalam status dilindungi. (Moehammad Bakrie/detikTravel)



Di kawasan Bantimurung terdapat sekitar 274 spesies kupu-kupu yang beberapa di antaranya merupakan kupu-kupu endemik dan 5 jenis di antaranya termasuk dalam status dilindungi. (Moehammad Bakrie/detikTravel)

Untuk menikmati pemandangan unik itu, traveler harus berkunjung ke Telaga Kassi Kebo. Lokasinya berada sekitar 1 kilometer di atas air terjun Bantimurung, dengan menaiki tangga setinggi 40 meter. (Moehammad Bakrie/detikTravel)



Untuk menikmati pemandangan unik itu, traveler harus berkunjung ke Telaga Kassi Kebo. Lokasinya berada sekitar 1 kilometer di atas air terjun Bantimurung, dengan menaiki tangga setinggi 40 meter. (Moehammad Bakrie/detikTravel)

Di setiap awal peralihan musim, ratusan ekor kupu-kupu akan berkumpul di satu titik. Momen langka ini pun disebut musim kawin bagi kupu-kupu. Namun, kemunculan kupu-kupu ini hanya ada mulai pagi sampai siang, saat matahari terbit. (Moehammad Bakrie/detikTravel)



Di setiap awal peralihan musim, ratusan ekor kupu-kupu akan berkumpul di satu titik. Momen langka ini pun disebut musim kawin bagi kupu-kupu. Namun, kemunculan kupu-kupu ini hanya ada mulai pagi sampai siang, saat matahari terbit. (Moehammad Bakrie/detikTravel)

Jika hujan turun, kupu-kupu ini tidak terlihat berkumpul dalam jumlah yang banyak. Momen ini pun terjadi hanya selama satu bulan saja di setiap peralihan musim. Kupu-kupu cantik dengan beraneka ragam corak ini pun, biasanya akan mati dengan sendirinya jika sudah mencapai 15 sampai 30 hari. (Moehammad Bakrie/detikTravel)



Jika hujan turun, kupu-kupu ini tidak terlihat berkumpul dalam jumlah yang banyak. Momen ini pun terjadi hanya selama satu bulan saja di setiap peralihan musim. Kupu-kupu cantik dengan beraneka ragam corak ini pun, biasanya akan mati dengan sendirinya jika sudah mencapai 15 sampai 30 hari. (Moehammad Bakrie/detikTravel)

Meski harus berjalan kaki sejauh 1 kilometer untuk sampai ke Telaga Kassi Kebo, traveler akan disuguhkan pemandangan indah aliran sungai berwarna hijau di sepanjang perjalanan. Jika beruntung, traveler juga bisa melihat satwa endemik lain yang kerap melintas. (Moehammad Bakrie/detikTravel)



Meski harus berjalan kaki sejauh 1 kilometer untuk sampai ke Telaga Kassi Kebo, traveler akan disuguhkan pemandangan indah aliran sungai berwarna hijau di sepanjang perjalanan. Jika beruntung, traveler juga bisa melihat satwa endemik lain yang kerap melintas. (Moehammad Bakrie/detikTravel)

Bagi para traveler, momen langka seperti ini pun tidak dilewatkan dengan berswafoto sekaligus merekam peristiwa unik ratusan kupu-kupu yang hinggap di tengah-tengah telaga. (Moehammad Bakrie/detikTravel)



Bagi para traveler, momen langka seperti ini pun tidak dilewatkan dengan berswafoto sekaligus merekam peristiwa unik ratusan kupu-kupu yang hinggap di tengah-tengah telaga. (Moehammad Bakrie/detikTravel)

Source link

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker