Travel

Tak Terima Organ Intimnya Diperiksa, 7 Penumpang Wanita Tuntut Pemerintah Qatar


Doha

7 Orang penumpang wanita dari Australia mengajukan tuntutan kepada pemerintah Qatar. Mereka tidak terima harus menjalani pemeriksaan tubuh secara menyeluruh.

Pemeriksaan keamanan itu termasuk pada area genital yang sangat intim dari 7 penumpang wanita tersebut. Mereka menganggap pemeriksaan itu terlalu invasif dan berlebihan.

Pemeriksaan itu dialami oleh 7 orang penumpang wanita saat akan terbang dari Doha menuju ke Sydney pada 2 Oktober 2020 silam. Total ada 13 wanita yang diperiksa dalam penerbangan itu. Namun yang mengajukan tuntutan hukum sejauh ini hanya ada 7 orang.

Tuntutan hukum resmi akan diajukan terhadap pemerintah Qatar dan juga maskapai Qatar Airways untuk memberikan pelajaran kepada mereka.

“Tuntutan hukum tersebut bertujuan untuk memberikan pesan kepada otoritas Qatar bahwa kalian tidak bisa memperlakukan wanita seperti itu,” ungkap Damian Sturzaker, pengacara yang mewakili para korban, seperti dikutip dari AP, Minggu (21/11/2021).

“Traveler yang pergi ke Qatar harus sadar bahwa, meski negara itu sangat berkembang, pesawat dan airportnya sangat modern, tapi kejadian ini bisa terjadi dan tidak ada yang mencegah hal ini akan terjadi lagi,” imbuh Damian.

Otoritas Qatar beralasan, pemeriksaan ginekologis terhadap 7 penumpang wanita itu dilakukan, karena dipicu oleh kasus sebelumnya, yaitu penemuan bayi baru lahir yang dibuang oleh ibunya di tempat sampah.

Di Qatar sendiri wanita yang berhubungan seks sebelum nikah dan punya anak di luar pernikahan dianggap sebagai sebuah tindakan yang ilegal.

Para korban pemeriksaan genital di Qatar yang mengajukan tuntutan hukum adalah wanita dengan rentang umur 30 hingga 50 tahun. Mereka menjalani pemeriksaan di Bandara Internasional Hamad di Doha.

Selanjutnya: Kronologi Kejadian


Simak Video “Menlu Qatar Yakin Taliban Dapat Berubah
[Gambas:Video 20detik]




Source link

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker