Travel

Waduh, Air Sungai di Hawaii Ini Tercemar Alkohol

Jakarta

Sungai di Hawaii tercemar minuman keras (miras). Akibatnya, air di sungai itu mengandung 1,2 persen alkohol.

Diberitakan New York Post, adalah seorang pejalan kaki yang menyadari sungai tersebut tercemar miras. Dia mengendus aroma aneh saat menikmati pemandangan di Pulau Oahu, Hawaii pada bulan lalu.

Dia pun menghubungi seorang aktivis lingkungan setempat yang kemudian mengabari Departemen Kesehatan. Penyelidikan pun dilakukan, badan tersebut menemukan adanya pipa limpasan yang telah mencemari air hingga menjadi alkohol.

“Suatu hari kami datang ke sini, Anda akan mengira bahwa itu adalah pub bir yang tak membuka pintunya selama tiga atau empat hari,” kata aktivis Carrol Cox.

“Ini mengganggu, ini membuatmu ingin mencabut rambutmu,” dia menambahkan.

Sampel air itu diuji dan diproses oleh laboratorium independen. Dari tes lab itu ditemukan 1,2 persen alkohol dan 0,04 persen gula.

Departemen Kesehatan kemudian mencermati tumpahan dari pipa milik Departemen Perhubungan yang berdekatan dengan jalan raya. Sementara, pipa tersebut terhubung dengan tumpahan gudang pemasok minuman beralkohol besar di Hawaii, Paradise Beverages.

“Saat ini, kami telah meminta Departemen Perhubungan datang dengan perwakilan mereka dan kami sedang berurusan dengan mereka dan kami juga telah dihubungi oleh Departemen Kesehatan,” kata Direktur Operasi Perusahaan, Anthony Rowe, kepada Hawaii News Now.

“Mungkin itu datang dari kami, jadi itu sebabnya kami berkoordinasi dengan otoritas yang tepat,” kata dia.

Namun, dikutip dari Fox News, penyebab pasti dari pencemaran alkohol tersebut belum ditentukan. Meskipun, diyakini bahwa Paradise Beverage terlibat dalam hal ini.

Simak Video “Kasus Covid-19 Melonjak, Gubernur Hawaii Minta Turis Kurangi Kunjungan
[Gambas:Video 20detik]
(elk/fem)





Source link

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker