Travel

Tren Wisata Indonesia Saat Pandemi: Turis Domestik Jadi Tumpuan

Jakarta

Pandemi membuat perubahan mendasar dalam berwisata. Traveler yang dulu mengerubungi destinasi populer dengan banyak wisatawan, kini beralih sebaliknya.

Tak hanya itu, masa tinggal di hotel, resor atau akomodasi lain di saat pandemi mengalami perubahan besar. Mereka yang bepergian jadi lebih lama masa inapnya.

“Dulu wisata sukanya wisata massal dan sekarang wisata individual. Dulu long haul dan sekarang short haul tapi tinggalnya lebih lama,” kata Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Nia Niscaya dalam konferensi pers secara daring, Kamis (26/11/2021).

Lebih lanjut, Nia menyebut bahwa pihaknya kini mengharapkan kekuatan dari wisatawan domestik. Karena, hingga kini, wisatawan mancanegara masih ada yang datang ke Indonesia dengan tujuan berlibur.

“Sekarang, pasar traveler domestik yang bisa kita harapkan. Wisman bertahap karena mereka perlu perencanaan matang,” terang dia.

“Kebanyakan wisatawan mancanegara yang datang masih dalam rangka berbisnis. Mereka juga masih terbatas datangnya dan masuk dari Jakarta sebagian besar,” imbuh Nia.

Nia Niscaya, Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik IndonesiaNia Niscaya, Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)

Nia juga mengatakan bahwa saat ini masyarakat lebih nyaman bepergian dengan seseorang yang lebih dikenal dan tahu tentang riwayat kesehatannya. Tak hanya itu, harga tiket sekarang tidak menjadi perhatian utama lagi.

Menurut Nia, masyarakat lebih memilih transportasi yang menerapkan protokol standar kesehatan yang baik.

“Sekarang orang lebih nyaman kalau bepergian dengan yang sudah tahu temannya, dia sehat. Kalau dulu kan harga yang jadi perhatian pertama, sekarang protokolnya,” kata Nia.

Dalam memesan tiket dan hotel masyarakat juga lebih banyak mencari yang terdapat jaminan uang kembali atau bisa mengatur jadwal ulang.

“Refund, reschedule, itu yang menentukan orang dalam memilih perjalanannya karena kalau sewaktu-waktu peraturan berubah tiket bisa direfund atau reschedule,” kata Nia.

Berdasarkan data per 9 November 2021, dalam Airbnb’s 2021 Winter Release, banyak tamu yang melakukan perjalanan dengan durasi yang lebih lama, bepergian ke lebih banyak lokasi dan tinggal di mana saja menggunakan Airbnb.

20 persen dari seluruh pemesanan penginapan Airbnb pada bulan Juli dan September 2021 memilih menginap untuk jangka waktu satu bulan bahkan lebih, dan hampir setengahnya (45 persen) menginap dalam jangka waktu setidaknya satu minggu.

Sementara itu, Nia mengatakan dalam rangka memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, pemerintah mempersiapkan tatanan kenormalan baru di sektor parekraf, mempersiapkan destinasi wisata dan membangun kepercayaan publik, meningkatkan minat wisatawan dan menciptakan daya tarik.

Simak Video “Gambaran Tren Wisata Pasca Corona: Pengalaman Wisata Baru
[Gambas:Video 20detik]
(msl/fem)





Source link

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker